love
doesn't arrive
Tari anak MTS kelas 2 MTS sedang
menikmati masa-masa pubernya, dia pesantren pulang pergi karena rumahnya dekat
dengan pesantren. Setiap kenaikan kelas di pesantren Tari pasti ada yang masuk
pesantren, pada saat itu banyak murid dari Bandung yang ingin mesantren di
sana.
Pada malam minggu santriwan dan
santriwati berkumpul di lapangan mengadakan acara api unggun dan mengenal para
santri baru, acara pertama yaitu para santri baru di persilahkan memperkenal
kan dirinya masing-masing, setelah santri baru mempersilahkan diri giliran
santri lama memperkenal kan dirinya masing-masing.
Lalu acara yang ke dua yaitu
penampilan pentas seni yang sebelum acara sudah di bagi kelompok yang di gabung
dengan santri baru agar saling mengenal satu sama lain. Setelah itu kita
mengadakan games, games nya adalah semuanya bernyanyi lalu korek api di
estapetkan, jika lagu berhenti maka korek api pun ikut berhenti juga, dan jika
yang mendapat kan korek api tersebut di beri tantangan, ada yang menyanyi di
tengah-tengah lapangan, ada yang menyatakan cinta ke santriwati hanya sekedar
menghibur dll. Sehingga acara tersebut berkesan, meriah, dan tidak dapat di
lupakan.
Setelah acara selesai para santriwan
dan santriwati beristirahat. Keesokan harinya pada pukul 19:30 sebagian
santriwan dan santriwati berkumpul dan bersundagurau, Tari yang awal nya tidak
akan ikut berkumpul tiba-tiba di panggil untuk bergabung dengan mereka, Tari
jika bertemu dengan orang yang baru kenal, dia malu-malu, sampai-sampai dia di
godain karena dia dari tadi diem aja, muka Tari pun merasa malu banget karena
muka dia memerah dan langsung meninggalkan mereka.
Ke esokan harinya Tari berpapasan
dengan cowo yang kemarin godain dia, dan nama cowo tersebut adalah Juna, Juna
ini anak baru masuk pesanteren kemarin. Tari dan Juna sempat tatap muka
kemudian Tari merasakan ada yang berbeda di dirinya, dadanya berdebar-debar dan
pipi memerah. Tari langsung meninggal kan Juna agar dia tidak ketahuan dengan
sikap anehnya. Setalah Tari sampai di musolah Tari memikirkan apa yang terjadi
pada dirinya "Apakah aku suka sama Juna ?" , "Ah tapi rasanya
tidak mungkin aku suka sama dia." Tari berkata dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian Tari
di kejutkan oleh teman nya sehingga Tari kaget dan teman Tari bertanya " Kenapa
melamun terus ?" " mmmm engga melamun ko" jawab Tari. Tari pun
melakukan aktivitas di pesantren nya sampai pulang. Dan setelah pulang tari
senyum-senyum sendiri dan merasa bahagia karena mengingat kejadian tadi,
sampai-sampai ditanya sama mamahnya " Kenapa kamu Tari senyum-senyum
sendiri ?" " mmmm engga papa mah....." jawab tari, Tari pun
pergi ke kamarnya dan meninggalkan mamah nya di ruang tv.
sesampainya di kamar tersenyum
kembali dia merasa bahagia walaupun baru kenal dengan Juna tetapi tari merasa
bahagia. Ke esokan harinya Juna dan yang lain nya mulai bersekolah begitu pula
dengan Tari, Tari bersekolah di MTS sedangkan Juna bersekolah di MA, Tari tahu
bahwa nanti Juna akan melewati sekolahan dia maka dari itu Tari menunggu Juna
lewat, Tari menunggu di lantai dua agar tidak terlalu kelihata. Pada saat Juna
lewat seketika Tari salah tingkah sampai teman-temanya mulai curiga dengan
sikap Tari, teman-temannya melirik kepada Juna lalu melihat Tari dan mulai
tersenyum sambil mengejeknya sampai pipinya berubah menjadi merah.
Tari meninggal kan mereka, lalu
teman-temannya mengikuti sambil mengejeknya sampai masuk ke kelas, Tari duduk
dan pura-pura ngambek pada mereka agar mereka minta maaf dan akhirnya mereka
meminta maaf kepada Tari. Dan mereka pun baikan seperti biasa sampai pulang
sekolah.
Pada sore harinya Tari biasa pergi ke
pesanteren untuk belajar, dan tidak sengaja Tari bertemu dengan Juna awalnya
Tari berharap tidak bertemu dengan Juna tetapi mau gimana lagi, Tari hanya
menunduk kepala dan melewati Juna. Tari tidak sengaja melewati asrama
laki-laki, Riki yang melihat Tari lewat bertanya padanya:
Riki: "
Tari kamu saudaranya Sari ?"
Tari: "
mmmm emang kenapa ?"
Riki: "
Engga papa sih nanya saja."
Tari: "
ohhh iya saudara aku."
Riki: "
ohhhh"
Lalu Tari melanjutkan langkah kakinya
menuju rumah. Dan ke esokan harinya Juna pun menanyakan tentang sari:
Juna: "
Tar benar kamu saudaranya Sari ?"
Tari: "
Iya emang kanapa sih, dari kemarin banyak yang nanyain Sari."
Juna: "
Engga papa."
Lalu Juna juna pergi meninggalkan Tari yang
kebingungan semua orang bertanya tentang Sari, Tari kesal pada hari itu sampai
semua orang sama dia di jutekin bahkan di marahin.
Tari bingung dengan sikap 2 orang ini " Ada apa ya ?"
"Apa jangan-jangan mereka suka sama Sari", kata-kata tersebut berada
di fikiran Tari. Dan ternyata apa yang ada di fikiran Tari itu benar, mereka
suka pada Sari. Riki satu kelas dengan Sari sedangkan Juna dia adik kelas nya
Sari, di sekolah Juna berusaha mendekati Sari denga dekat sama teman-temannya
agar tidak ketahuan.
Riki yang suka pula dengan Sari dia
merasa kesal dengan Juna tetapi Riki tidak menunjukkan pada Juna bahwa dia
sedang cemburu, Riki muak melihat Juna dengan yang lainnya jadi Riki pergi
meninggalkan mereka. Jika Juna bertanya kepada Tari tentang Sari, Tari menjawab
tetapi dengan hati yabg berat karena Tari juga suka sama Juna.
Pada saat di pesanteren Tari curhat
kepada temannya yang bernama Santi, Santi ini adalah teman sekaligus sahabat,
Tari curhat tentang dia suka sama Juna tetapi Juna suka sama Sari saodaranya
sendiri.
Tari: "
Apa yang harus ku lakukan ?"
Santi:
" Mmm gimana ya... aku juga bingung harus gimana, ya udah sekarang mah
sabar aja."
Tari: "
hmmmm iya...."
Santi:
" Maaf ya aku tidak bisa membantu."
Tari: "
Iya tidak apa-apa."
Juna semenjak dia masuk pesanteren
selalu adzan, ketika dia adzan Tari tersenyum bahagia dan yang lainnya pada
rebutan bahwa Juna itu miliknya karena suara adzan Juna merdu, Tari juga ikutan
jadi anak-anak semua pada tahu bahwa Tari suka sama Juna, entah Juna
mengetahuinya atau tidak tetapi Tari tidak menperdulikan karena dia asik dengan
temannya. Setiap ada Juna dan Tari anak-anak mojokin dan membuat pipi Tari
merah.
Ketika ada acara santunan anak yatim
di pesanteren Tari, Juna dan anak-anak yang lainnya sedang berkumpul dan
bercanda, ketika tidak ada topik lain mereka mulai mojokin Tari sama Juna. Tari
sempat bete karena mereka terus-terusan mengkatain dia.
Setelah acara selesai para santriwan
dan santriwati membersihkan halaman pesanteren sampai dzuhur, setelah itu para
santriwan dan santriwati bersiap untuk shalat dzuhur. Setelah shalat dzuhur ada
yang langsung ke asrama dan ada yang masih di masjid, kebetulan Tari dan Santi
masih ada di masjid begitu pula dengan Juna, di sana Tari,Santi, dan Juna
ngobrol dan bercanda pula.
Setelah lama mengobrol dengannya Tari
dan Santi pergi ke asrama untuk bergabung dengan yang lainnya, setelah tari
sampai di asrama dia beres-beres untuk pulang karena sudah selesai acaranya.
Setelah beberapa bulan Juna mulai
menjauh darinya entah mengapa dia menjauh, yang pasti tari sangat sedih, tanpa
alasan yang kuat Juna menjauh darinya. Setiap tari ingin menanyakan hal
tersebut kepada Juna, Juna selalu ada alasan, setelah beberapa hari Tari
mencoba menanyakan hal tersebut di sosmed.
Tari: "
Jun mengapa kau akhir-akhir ini menjauh dariku ?, jika aku punya salah sama
kamu, aku minta maaf tapi jangan menjauh dariku ?"
Juna: "
Menjauh bagaimana? Ak tidak menjauh darimu."
Tari: "
Setiap aku pengen ngobrol sama kamu, kamu selalu menghindar."
Juna: "
Ohhh iya sudah, aku minta maaf sama kamu."
Setelah beberapa minggu sikap Juna
mulai menbaik seperti biasa. Ternyata sikap Juna berubah kepada Tari karena
Juna sedang berpacaran dengan Sari saudara Tari dan Tari mengetahui itu saat
mereka sudah putus. Mereka berpacaran 1 bulan yang lalu, Tari sangat kecewa dan
marah kepada Sari, karena sebelu mereka pacaran Sari tau bahwa Tari suka sama
Juna, itu yang membuat Tari marah pada Sari. Setelah beberapa minggu Tari dan
Santi baikan, karena buat apa bertengkar gara-gara cowo.
Pada saat pesanteren HARLAH (hari
lahir) yang ke-16, malamnya sebelum acara di pesanteren mengadakan nobar
wayang, Tari duduk di belakang Riki dan Juna, awalnya pada diam tetapi setelah
lama-kelamaan Riki membuka pembicaraan mereka bercanda dan pada saat bercanda
Tari melihat alumni datang dan reflek semua santriwati menghampiri alumni
tersebut, setelah menghampiri Tari kembali ke tempat duduk, ketika Tari ingin
duduk di belakang Juna, Juna mengisyaratkan agar duduk di sampingnya. Sejenak
hening, Juna membuka pembicaraan dengan meminjam jam tangannya Tari, setelah
lama ngobrol Tari di panggil oleh papah nya untuk pulang karena sudah larut
malam.
Sebenarnya Tari ingin berlama-lama
dengan Juna karena susah mendapat kan momen tersebut tetapi apa boleh buat jika
Tari tidak menuruti apa kata ayah nya pasti marah. Tari berpamitan kepada Juna.
Ke esokan harinya saat acara HARLAH
Tari tampil di panggung bersama teman-temannya. Setelah acara selesai dan
berjalan dengan lancar pada malam harinya semua yg menjadi panitia berenang ke
air panas, pada saat di dekat kolam Tari di dorong oleh temannya sehingga dia
masuk ke kolam.
Setelah beberapa bulan dan sebentar
lagi tari aka lulus, Tari meneruskan sekolahnya di SMA. Tari melewati satu
tahunnya dengan senang, sedih, dan campur aduk. Tari naik kelas XI dan juna
lulus MA, Tari cemas jika Juna lulus pasti dia akan pulang ke bandung dan tidak
kembali lagi terlintas pada fikiran Tari.
Dan lagi-lagi kejadian hal yang Tari
fikirkan, setelah lulus Juna pulang ke rumah yang ada di Bandung, Tari tidak
mengetahui Juna pulang dia tahu dari temannya yang memberitahunya awalnya tari
tidak percaya tetapi setelah lama dia tidak bertemu dengan Juna, Tari mulai
percaya. Lalu Tari menanyakan kepada Juna.
Tari: "
Jun kamu beneran pulang?"
: " Iya
Jubaener."
Tari: "
ohhhh"
Sebulan Tari dan Juna tidak hilang
kontak tetapi setelah beberapa bulan Tari kehilanga kontak nya entah bagaimana
kabarnya.